SIBGAH

Catatan Hari Pertama Liburan.

Tadi malam saya ajak mas faishal Nur Fauzan sholat teraweh di masjid perempatan semanding..selesai sholat dia bilang “om sholatnya kok cepat ya”

Karena saya pemerhati pendidikan maka otak saya menangkap itu sbg indikator :

1). PPDU telah mampu menulis pada kertas putih itu.
2). Ada intraksi produktif antara apa yg ditulis oleh PPDU dg apa yg di lihat dan rasakan ditengah2 masyarakat.

Inilah pengejawantahan “fitrah” yg dalam hadits disinyalir bhw :

“?? ????? ???? ??? ?????? ?????? ??????? ?? ??????? ?? ???????”

Maka tdk salah jika ada yg mengibaratkan bhw rumah tangga itu adalah “madrasah” dan bapak adalah kepala madrasahnya. Karenanya di hadits itu yg disebut adalah “bapaknyalah yg bertanggung jawab mempertahankan kefitrahan itu agar anak anaknya tidak menjadi nasrani dan majusi.

Seiring perjalanan waktu, zaman berganti “madrasah” kelurga itu, akhirnya terlembagakan dan terkelola scr khusus dan profesional. Tugas sebenarnya dan utamanya adalah “sibgah”

Dalam kamus bahasa arab al munawwir, kata ???????? (shibghah), diambil dari kata ??? (sha-ba-gha) yang artinya mewarnai, mencelup, mengecat, membaptis, dan menenggelamkan; sedang ???????? (shibghah) artinya: macam, bentuk, agama, ajaran, kepercayaan, dan baptis.

Allah berfirman :

???????? ?????? ?????? ???????? ???? ?????? ???????? ???????? ???? ?????????

Shibghah Allah. Dan siapakah yang lebih baik shibghahnya daripada Allah? Dan hanya kepada-Nya-lah kami menyembah. (Albaqarah : 138).
#Allahua’lam bish showab.