Renungan Di Titik Simpang “Nol” II.

“Diujung keletihan ada keluh juga resah. Dan ambillah sebagai tanda sejarah kembali akan diretas dengan semangat baru.”

Oke, Jika soliditas mensyaratkan militansi, maka militansi akan terbina dengan intensitas produltif. Itu artinya selalu meniscayakan edukasi tanpa henti. Seperti pilosofi air harus terus mengalir dari dataran tinggi ke dataran yang lebih rendah. Bila di hambat maka air akan diam membusuk, setelah itu merusak dan mencemari.

 

Menyadari akan hal itu, menjadikan kita paham bahwa Ini adalah awal dari hari-hari panjang yang melelahkan bagi lapisan struktur DPD PKS Kab. Malang yang baru. Karena ibarat kata, kita telah melewati hampir semua pergantian musim dan ragam pancaroba yang kita sebut “mihwar.” Sehinga yang dibutuhkan adalah Pemimpin yang tidak hanya mampu kembali menguatkan jama’ah “kharokah” ini ke dalam suasan nilai-nilai transindental, heroik dan militan yang menopang. Namun juga mampu menyebarkan nilai kemandirian dan kesejahteraan.

 

Nilai-nilai kemandirian dan kesejahteraan ini saya pandang mampu memulihkan kelumpuhan yang diakibatkan oleh kelelahan dan keletihan yang tak tertopang. Tapi ia  hanya akan dapat diwujudkan oleh pemimpin yang tidak hanya terdiri dari beberapa orang saja namun secara kolektif dan koligeal. Semangat kolektifitas yang bisa memberikan kemajuan kepada invidu kader dan organisasi.

 

»Allahua’lam.  Bish showab..

Oleh. Staf Humas DPD Kab. Malang