MENYELAMI MAKNA BULAN RAMADHAN

“Catatan kecil menyambut bulan ramadhan”

Ketersampaian informasi tentang bulan ramdahan, biasanya dengan dua istilah yaitu Bulan Ramadhan dan bulan Puasa. Karena itu, menjadi penting bagi kita memahami makna dua istilah itu.

Makna Ramadhan.

Dalam kamus bahasa Arab Al Munawwir, kata Ramadhan berasal dari bahasa Arab al-Ramadh yang artinya “panas batu akibat sinar matahari.” Ada juga yang mengatakan, Ramadhan diambil dari akar kata “ramidha” yang berarti “keringnya mulut akibat haus dan dahaga” (Yusuf Burhanudin, 2007: 03).

Dalam penjelasan yang lain dalam kamus Al-munawwir, bahwa kata ramadhan itu disebutkan oleh orang arab karena jatuh pada bulan kesembilan. Yakni, adalah bulan dengan cuaca yang sangat panas, dan kering. Makanya mereka lebih suka menyebut bulan kesembilana dari nama-nama bulan hijriah ini, dengan sebutan bulan Ramadhan.

Makna Puasa.

Kata puasa tidak dijumpai dalam bahasa arab. Sedangkan menurut M.A. Salmun dalam artikelnya yang dimuat dalam majalah “Sunda” tahun 1954, istilah “puasa” ternyata berasal dari tradisi Hindu. Yaitu berasal dari kata “Upawasa” yang berarti “menutup.” dengan kata lain puasa adalah menutup dan atau menahan hawa nafsu. Oleh sebab itulah, padanan dari kata “Puasa” adalah “Buka”.

Adapun di dalam bahasa atab, kata puasa biasanya dikenal dengan istilah “sahum” atau “shiam” kedua itilah ini berasala dari akar kata yang sama yaitu “shawama” yang mengandung makna “menahan” dan “berhenti” atau “tidak bergerak.”

Di dalam Al-Quran, kita menjumpai dua kata, yaitu “Shiyam” dan “Shaum.”

SHAUM : di dalam Al-Quran mengandung makna menahan diri untuk tidak bicara.

Dikutib dari firman Allah : “inni nazartu lirrahmanish shauman falan ukallimal yauma insiyyaa.” (QS. Maryam : 26).

Artinya : sesungguhnya aku telah bernazar puasa untuk Tuhan yag maha pengasih maka aku tidak akan berbicara dengan siapapun pada hari ini.

SHIYAM : di dalam Al-Quran berarti menahan diri dari dorongan nafsu makan, minum dan hal-hal yang buruk menurut Allah.

Dikutib dari firman Allah dalam surah albaqarah ayat 185 :

“kutiba alaykumush shiyam”

Artinya : telah ditetapkan kepada kalian puasa.

Dimensi Jihad Di Bulan Ramadhan.

Selain dua istilah (puasa dan ramadhan) di atas, kita juga sering mendengar bahwa bulan ramdhan diidentikkan dengan jihad. Maksutnya, bahwa semangat mengarungi bulan ramdhan adalah semangat jihad. Sehingga menjadi penting juga bagi kita memahami makna dan relavansi jihad dengan bulan ramadhan.

Jumhur ‘Ulama mendefinisikan bahwa jihad bersal dari akar kata “jaahada,” “yujaahidu,” “jihaadan,” au “mujaahadah.” yang selain diartikan “kesungguhan,” sebagian ulama juga mengartikannya dengan “kemampuan” dan “kesukaran.” Sehingga secara terminologi dapat di fahami bahwa apabila seseorang menguras kesanggupan dan mengerahkan segenap kemampuannya serta menanggung segala kesukaran dalam rangka memerangi musuh dan mengenyahkannya, maka itu adalah jihad.

Untuk memahami makna jihad dapat juga kita lakukan dengan mengenali obyek jihad itu sendiri. Yang paling tidak ada tiga, yakni :
1. Jihad melawan musuh yang nyata (orang kafir)
2. Jihad melawan syetan
3. Jihad melawan hawa nafsu

Adapaun macam-macam jihad ulama membagi jihad pada 3 macam, berdasarkan kepada kandungan Al-quran surah al-hajj :78, at-taubah :41, al-anfal :72. :

1. Jihad bil kuwah Fisabilillah (berperang)
2. Jihad bil ‘ilm (menuntut ilmu dan berda’wah dijalan Alah SWT dengan baik, benar dan sungguh)
3. Jihad bil Mal (mendermakan harta untuk membela agama Allah dalam perang melawan orang kafir).

Maka jihad yang dimaksut dalam bulan Ramadhan ini adalah jihad melawan segala macam kehendak hawa nafsu. Sebagai mana yang telah di sinyalir oleh Rasulullah SAW, setelah usai dari perang Bedar beluai bersabda “bahwa kita kaum muslimin setelah ini akan menghadapi perang yang lebih besar lagi yaitu perang melawan hawa nafsu.”

Allahua’lam bishshowab.

Oleh. Usman Adhim Hasan