MENGOPTIMALISASIKAN SYURO*

ilustrasi

Berbicara tentang syuro, berarti kita berbicara tentang keputusan. Keputusan itu bisa berupa keputusan sikap individu atau keputusan institusi. Setiap keputusan itu dapat bernilai benar atau salah. Dan benar salahnya sebuah keputusan, ditentukan oleh bagaimana prosedur yang diterapkan dalam syuro itu sendiri.

Dalam bukunya, Anis Matta menjelaskan tentang bagaimana mengoptimalisasi syuro agar menghasilkan sebuah keputusan yang bermutu, terlepas dari keputusan itu benar atau salah. Karena pikiran kolektif itu tidak menjamin sebuah keputusan terhindar dari kesalahan. Semua tetap berpotensi untuk salah. Namun hal yang perlu dicatat adalah keputusan yang dibicarakan secara bersama dan mengikuti segala prosedur yang baik, akan memperkecil kemungkinan terjadinya kesalahan pengambilan keputusan. Kata lainnya, syuro yang optimal akan menghasilkan sebuah keputusan yang bermutu, tepat sasaran, dan resiko kesalahan yang kecil.

Pada umumnya, syuro itu memiliki dua fungsi, fungsi psikologis dan fungsi instrument. Fungsi psikologis lebih cenderung kepada interaksi dan dinamika social yang terjadi dalam proses syuro. Fungsi ini akan terpenuhi dengan adanya jaminan kebebasan dan kemerdekaan setiap anggota syuro untuk menyampaikan/mengekspresikan gagasan. Dalam hal ini, setiap orang memiliki cara sendiri-sendiri dalam menyalurkan ekspresi dan pendapat, sesuai dengan kepribadian mereka yang unik. Karena setiap orang berbeda dalam menyampaikan pikirannya, disini perlu ada sebuah ruang ekspresi yang wajar dan apa adanya dalam forum syuro tersebut. Ruang ekspresi inilah yang akan membuat setiap orang dapat mengatakan segala hal yang menjadi unek-uneknya tanpa merasa dibatasi dan ditekan oleh pesertas syuro yang lain. Sehingga akan muncul sebuah keterbukaan dan tranparansi di antara peserta. Dan menghadapi situasi seperti ini, setiap peserta syuro dituntut memiliki kelapangan dada untuk menerima segala keunikan orang lain.

Fungsi yang selanjutnya adalah fungsi instrument. Fungsi ini sesungguhnya merupakan yang paling substansi dari sebuah organisasi. Syuro memang digunakan sebagai alat untuk mengambil keputusan, sehingga ketika pengambilan keputusan selalu berjalan dengan baik maka akan meangkibatkan soliditas dan resistensi organ tersebut kuat terhadap berbagai macam goncangan.

Oleh karena syuro berfungsi sebagai instrument, maka ada hal-hal yang perlu dipenuhi agar syuro terlaksana dengan baik sebagaimana fungsinya sehingga menghasilkan suatu keputusan yang bermutu.

  1. Tersedianya sumber-sumber informasi yang cukup. Sumber-sumber tersebut meliputi informasi dari intelejen, pelaku peristiwa, pengamat, dan data-data. Fakta yang akurat dan analisis yang tepat akan menghasilkan sebuah keputusan yang sangat bermutu. Sehingga, informasi dan analisis itu  berkorelasi terahadap hasil keputusan syuro.
  2. Kedalaman ilmu pengetahuan dari setiap anggota syuro. Aspek ini sangat berpengaruh dalam proses syuro. Mengapa? Sebab, seorang yang memiliki kedalaman ilmu pengetahuan akan membantu dalam mempertajam analisis dan memperkuat gagasan yang ditawarkan.
  3. Adannya tradisi ilmiah dalam perbedaan pendapat. Tradisi yang dimaksud adalah bagaimana mengelola setiap perbedaan pendapat yang timbul selama proses pembicaraan. Sebab, ketika perbedaan itu dikelola dengan cara yang baik, tak jarang justru menghasilkan pikiran-pikiran baru yang tidak terduga dan tidak terpikirkan oleh pikiran-pikiran pribadi.

Penulis : Joni Tri Sulasmono

* Sumber inspirasi : “Menikmati Demokrasi”

Leave a Reply