Di Sabtu Pagi

Di sabtu pagi itu

Tak dapat ku bebdung lagi air mata yang menggenangi dinding kalbuku
tertumpah menjadi luka dan amarah

Maka di sabtu pagi itu
Aku telah memutuskan titik perjalananku tampa jerit dan beban apapun

Melangkah tunduk sepanjang jalan
Dari jauh, musholla attaqwa memanggilku di bawah derai gerimis yang lembut
Menghentikan langkahku kepada sujud yang dalam

Sujud yang kalah
Sujud yang pasrah
Sujud menepis resah.

 

Oleh. Usman Adhim HS

Sapeken, 28 Februari 2016.