DAMPAK PREKONOMIAN YANG BURUK MENJADI TANGGUNG JAWAB PEMERINTAH.

DR. Abdul Mannan (ketua umum PP. Hidayatullah 2010 – 2015) menilai bahwa Krisis ekonomi global adalah pristiwa di saat seluruh sektor ekonomi pasar dunia mengalami keruntuhan, kemudian menimbulkan kepanikan pasar finansial global. Maka praktis mempengaruhi sektor lainnya di seluruh dunia.

 

Oleh karena itu Abdul Mannan menganalisa secara spesifik, Ada dua penyebab utama yang menjadikan prokenomian Republik Insonesia memburuk. yang sekaligus menjadi tantangan dan tanggung jawab pemerintah hasil pemilu 2014.

 

Penyebab yang pertama :

Tidak adanya daftar yg jelas negara-negara yang boleh berinvestasi di Indonesia, dan tidak adanya praturan yang tegas tentang investasi. Akibatnya negara-negara yang berinvestasi di indonesia tidak terencana dan tidak terkendalikan. Alhasil investor asing justru menjadi ancaman prekonomian di Republik Indonesiai. Dan dapat berdampak tidak produktif pada praktek prekonomian dan minimnya pertumbuhan pendapat ekonomi dari luar di Indonesia. = Fktor Eksternal.

 

Penyebab yang keduan :

Terjadinya kesenjangan UMR/UMK baik di daerah maupun di jakarta. Kesenjangan ini secara alami berdampak kepada dua hal :

 

1). Tenaga-tenaga kerja beburu gaji yg cukup ke kota-kota besar seperti ke ibu kota jakarta, sehingga terjadi penumpukan tenaga kerja. Semntara Sektor-sektor ril prekonomian daerah, produktifitasnya tidak terkelola secara maksimal dan merata. seperti pertanian, peternakan, dan prikanan.

 

2). Dampak kedua yg disebabkan oleh kesenjangan UMR/UMK. Sehingga berdapak  buruk kepada ekonomi warga, karena seperti kata pepatah “besar pasak daripada tiang” artinya lebih besar pengeluaran dari pada pemasukan (penghasilan). Akibatnya, kredit macet, aset keluarga (warisan) tidak sedikit dilelang. sawah dilelang kepada pemodal untuk bayar hutang, dan lain lain. = Faktor Internal.

 

* Disarikan dari artikel DR. Abdul Mannan yang berjudul ” dampak krisis ekonomi dunia,” di Muat di Rubrik Bayan Majalah Suara Hidayatullah edisi november 2015.

Oleh. Staf Humas DPD PKS Kabupaten Malang.